Jakarta Macet Usai Hujan, Pramono Imbau Warga Naik Transportasi Umum

Jakarta Macet Usai Hujan, Pramono Imbau Warga Naik Transportasi Umum
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghimbau masyarakat untuk menggunakan transportasi umum ketika hujan melanda Ibu Kota Jakarta seperti yang terjadi pada hari ini, Senin (12/1).
Menurutnya, dengan menggunakan layanan transportasi umum, tingkat kemacetan di Jakarta juga secara signifikan dapat mengalami penurunan.
"Kalau dengan naik transportasi umum pasti kemacetan di Jakarta juga turun secara signifikan," ujar Pramono di kawasan Cilangkap, Jakarta Timur.
Pramono menyebut layanan transportasi umum di Jakarta seperti LRT, MRT, Transjakarta hingga Mikrotrans sudah terintegrasi dengan cukup baik.
Oleh sebab itu, ia berharap, terlebih pada masyarakat yang berada di usia produktif, dapat beralih dari menggunakan kendaraan pribadi ke transportasi umum.
"Saya berharap bahwa dengan konektivitas Jakarta yang semakin baik, baik itu LRT, MRT, Transjakarta, Mikrotrans dan sebagainya, harapan saya apalagi digratiskan, mereka mau dan bersedia naik transportasi umum," katanya.
Pramono menyebut minat warga terhadap layanan transportasi umum gratis untuk 15 golongan masyarakat cukup tinggi. Dengan antusiasme yang paling terlihat dari kalangan lanjut usia dan penyandang disabilitas.
"Jadi sekarang ini kan 15 golongan yang kita galakkan, termasuk kemarin saya kebetulan Car Free Day karena hujan nggak jadi Car Free Day, menunggu di tempat apa pendaftaran bagi masyarakat 15 golongan itu. Dan antusiasmenya memang luar biasa, terutama yang lansia," ujarnya
"Yang lansia banyak yang belum memanfaatkan. Kemarin saya lihat sendiri sudah mulai banyak masyarakat yang datang lansia dan difabel. Karena kebetulan kemarin untuk lansia dan difabel, mereka memanfaatkan itu," sambungnya.
Tim Redaksi SATU BERITA
Kami berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan mencerdaskan pembaca SATU BERITA.
Rekomendasi
Baca Juga
Arus keluar modal asing dari pasar keuangan Indonesia kembali menjadi sorotan. Sejumlah investor global tercatat melepas kepemilikan saham maupun surat berharga Indonesia di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global, pergerakan suku bunga, serta perubahan strategi investasi internasional.
Yana Priatna, pemilik sekaligus pengelola Emeralda Resort, dilaporkan ke Polda Jawa Barat oleh sejumlah konsumen yang mengaku mengalami kerugian total mencapai Rp117 miliar. Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan permasalahan investasi dan pengelolaan unit properti yang belum menemukan penyelesaian.



