LiputanHot News

Jenderal AS Wanti-wanti Trump Risiko Besar Perang dengan Iran

SBTim Redaksi SATU BERITA
27 Februari 20265 menit baca
Ilustrasi artikel: Jenderal AS Wanti-wanti Trump Risiko Besar Perang dengan Iran

Jenderal AS Wanti-wanti Trump Risiko Besar Perang dengan Iran

Komandan Staf Gabungan Militer Amerika Serikat Jenderal Dan Caine menyusun berbagai opsi militer untuk kemungkinan serangan terhadap Iran, namun secara internal memperingatkan Presiden Donald Trump akan risiko besar, termasuk potensi korban pasukan AS.

Sikap hati-hatinya itu berbeda dengan Presiden AS Donald Trump yang menyatakan militer AS dapat meraih kemenangan dengan mudah.

Dilansir CNN, dalam beberapa pekan terakhir, Trump meminta penyusunan berbagai rencana, mulai dari serangan terhadap fasilitas rudal dan nuklir Iran hingga opsi menargetkan kepemimpinan tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Di saat yang sama, Caine juga mengoordinasikan pengerahan kekuatan militer AS terbesar di Timur Tengah sejak invasi Irak.

Dalam rapat Situation Room pekan lalu, Caine disebut tidak dapat memastikan hasil operasi dari skenario perubahan rezim di Iran.

Hal itu mencerminkan pendekatannya yang lebih berhati-hati dalam menilai konsekuensi operasi besar.

Sejumlah sumber menyebut Caine berupaya menjaga keseimbangan yakni tetap memberikan nasihat militer profesional tanpa berbenturan langsung dengan Trump.

"Ia menahan diri," ujar seorang sumber yang mengetahui interaksi keduanya.

Caine disebut ingin menghindari dinamika yang pernah terjadi antara Trump dan pendahulunya, Jenderal Mark Milley, yang kerap berselisih terbuka dengan presiden. Namun juru bicara staf gabungan Joe Holstead membantah anggapan bahwa Caine tidak tegas.

"Caine tidak pernah menahan diri, ketika membahas opsi militer yang dapat membahayakan pasukan," ujar Holstead.

Ia menegaskan peran Komandan Staf Gabungan Militer adalah memberikan nasihat militer kepada Presiden, Menteri Pertahanan, dan Dewan Keamanan Nasional dengan menyajikan berbagai opsi beserta risiko dan implikasinya secara rahasia.

Caine, mantan pilot tempur F-16 yang pernah menjadi penghubung militer untuk CIA, dikenal jarang mengungkapkan pandangan pribadinya soal kebijakan.

Ia disebut termasuk dalam lingkaran pejabat yang dipercaya Trump dalam urusan operasional sensitif.

Saat kekhawatiran Pentagon soal dampak operasi besar di Iran mulai mencuat ke media, Trump menegaskan dukungannya kepada Caine melalui media sosial.

Ia menyatakan meski berharap tidak terjadi perang, jika keputusan militer diambil, Caine meyakini hal itu dapat dimenangkan dengan mudah.



Bagikan Berita:
SB

Tim Redaksi SATU BERITA

Kami berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan mencerdaskan pembaca SATU BERITA.

Rekomendasi

Baca Juga

Pertamina Sebut Indonesia Masih Simpan Potensi 11 Miliar Barel Minyak

Pertamina Sebut Indonesia Masih Simpan Potensi 11 Miliar Barel Minyak

Pertamina mengungkap Indonesia masih memiliki potensi cadangan minyak mencapai 11 miliar barel yang tersebar di berbagai wilayah dan belum sepenuhnya dieksplorasi.

20 Mei 20261 menit
Baca artikel
Prabowo Ingatkan Anak Muda Jangan Semua Kejar ASN, Indonesia Butuh Lebih Banyak Pengusaha

Prabowo Ingatkan Anak Muda Jangan Semua Kejar ASN, Indonesia Butuh Lebih Banyak Pengusaha

Presiden Prabowo Subianto meminta generasi muda tidak hanya bercita-cita menjadi ASN. Ia menilai Indonesia membutuhkan lebih banyak pengusaha untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja.

20 Mei 20261 menit
Baca artikel
Info Menarik
taruma4ddynasty4dtoto