
Solok Selatan - Kapolres Solok Selatan AKBP Arif Mukti menyebut Kabag Ops AKP Dadang Iskandar (DI) menembak Kasat Reskrim AKP Ulil Riyanto Anshari diduga karena kasus penangkapan. AKP Dadang 2 kali melepaskan tembakan ke kepala korban.
Solok Selatan - Kapolres Solok Selatan AKBP Arif Mukti menyebut Kabag Ops AKP Dadang Iskandar (DI) menembak Kasat Reskrim AKP Ulil Riyanto Anshari diduga karena kasus penangkapan. AKP Dadang 2 kali melepaskan tembakan ke kepala korban.
"Motif sementara diduga (pelaku) tidak senang dengan penangkapan yang dilakukan oleh Sat Reskrim," kata AKBP Arif dilansir detikSumut, Jumat (22/11/2024).
AKBP Arif menyebut Kabag Ops diduga melakukan tembakan menggunakan senjata api jenis pistol HS:260139. Pelaku melepaskan 2 kali tembakan ke kepala korban.
"Kasat Reskrim terkena 2 tembakan di bagian kepala, yakni pelipis sebelah kanan dan pipi kanan," katanya.
Diketahui, peristiwa penembakan terjadi di parkiran Polres Solok Selatan di Jorong Bukit Melintang Barat, Ngari Lubuk Gadang, Kecamatan Sangir pada Jumat (22/11) sekitar pukul 00.43 WIB.
Akibat penembakan itu, AKP Dadang kini diamankan di Mapolda Sumbar. Polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa 1 unit mobil merk Toyota Rush berwarna hitam dengan nomor polisi B 1215 QH, selongsong peluru kaliber 9 mm sebanyak 2 butir, dan selongsong peluru kaliber 9 mm sebanyak 7 butir.
Tim Redaksi SATU BERITA
Kami berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan mencerdaskan pembaca SATU BERITA.
Rekomendasi
Baca Juga
Ketua Paguyuban Mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Kudus, Wahyu Widodo, menegaskan pemanggilan 78 mitra oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kudus bukan merupakan pemeriksaan atas dugaan pelanggaran, melainkan proses sinkronisasi dan validasi data terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, melalui tim kuasa hukumnya resmi melaporkan empat hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat ke Komisi Yudisial (KY). Laporan tersebut kini tengah dipelajari untuk menentukan tindak lanjut sesuai mekanisme yang berlaku.



