Lompat ke konten utama
satuberita.news — Berita Terpercaya Indonesia
SBSATUBERITA
  • Berita
  • Redaksi
  • Kontak
SBSATUBERITA

Portal berita Indonesia yang menyajikan liputan nasional, internasional, ekonomi, politik, olahraga, dan teknologi — cepat, jelas, dan terpercaya.

satuberita.news

Kategori

  • Anime
  • Economy
  • Film
  • Game
  • Healthy
  • Horror
  • Hot News
  • Keramat

Informasi

  • Redaksi
  • Kontak
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer

Hubungi Redaksi

Hubungi via halaman kontak
Indonesia — Redaksi Digital

© 2026 SATU BERITA. Hak cipta dilindungi.

Syarat LayananPrivasiCookies
  1. blog
  2. kini jadi harta karun ri kapal asing rampok 60 ton emas tenggelam
LiputanMisteri

Kini Jadi Harta Karun RI, Kapal Asing Rampok 60 Ton Emas Tenggelam,

SBTim Redaksi SATU BERITA
11 September 20246 menit baca
Share
Ilustrasi artikel: Kini Jadi Harta Karun RI, Kapal Asing Rampok 60 Ton Emas Tenggelam,

Percaya atau tidak, hukum karma benar terjadi dalam kehidupan manusia. Kisah Alfonso de Albequerque, pemimpin kapal asing berbendera Portugis, Flor de la Mar, menjadi salah satu bukti yang cukup legendaris.

Percaya atau tidak, hukum karma benar terjadi dalam kehidupan manusia. Kisah Alfonso de Albequerque, pemimpin kapal asing berbendera Portugis, Flor de la Mar, menjadi salah satu bukti yang cukup legendaris.

Dia secara jahat dan licik merampok emas 60 ton milik negara tetangga RI, Malaysia. Tentu saja, dia bahagia sementara si pemilik emas menderita.

Namun, di tengah jalan, Alfonso terkena karma sebab kapal yang dipimpinnya dan mengangkut hasil rampokan tiba-tiba tenggelam di laut Aceh. Karamnya kapal praktis menenggelamkan juga emas 60 ton yang dia rampok.

Pada titik ini, Alfonso pun terpaksa gigit jari. Malah, kini seluruh emas jadi harta karun Indonesia.

Bagaimana Kisahnya?

Kisah bermula pada tahun 1511 saat Portugis ingin menguasai rempah-rempah lewat penjelajahan samudera. Kala itu, Portugis yang sudah tahu lokasi tanaman rempah mengirim ekspedisi skala besar di bawah pimpinan Alfonso de Albequerque.

Tercatat, Alfonso memimpin kapal yang dilengkapi peralatan perang, seperti senapan dan meriam. Kapal tersebut memiliki ukuran berbeda. Paling besar adalah Flor de la Mar.

Kapal ini punya panjang 36 meter dan berat 400 ton, serta mampu mengangkut 500 pelaut dan 50 senjata. Saking besarnya, Flor de la Mar dijuluki kapal terbesar di Eropa pada masanya.

Seluruh kapal lantas diarahkan Alfonso ke Malaka sebagai pusat rempah-rempah. Penjelajahan ini tercatat sejarah sebagai armada terbesar Portugis. Kelak diketahui bahwa rombongan besar bukan hanya membawa rempah-rempah, tapi juga menguasai wilayah.

Alfonso berpikir menguasai wilayah bisa jauh lebih menguntungkan daripada sekedar berdagang. Atas alasan ini, dia membawa juga pasukan militer yang tanpa diketahui penguasa Malaysia kala itu, yakni Kesultanan Malaka.

Nigel Cameron dalam Barbarians and Mandarins (1976) mencatat, Alfonso dengan niat jahat menjalankan siasat licik. Awalnya dia berdagang dan disambut baik oleh penguasa setempat. Namun di tengah jalan, dia menusuk dari belakang warga dan penguasa setempat dengan menyerbu Kesultanan Malaka.

Total, dia mengerahkan ribuan pasukan. Singkat cerita, penaklukan ini lantas membuat kejayaan ratusan tahun Malaka hancur seketika. Operasional perdagangan resmi dikendalikan Portugis.

Rampok 60 Ton Emas, Jadi Harta Karun RI

Pada titik ini, Alfonso tak hanya menguasai perdagangan, tapi juga merampok seluruh harta Kesultanan Malaka yang sangat terhormat. Seluruhnya diangkut Alfonso dan dibawa oleh Flor de la Mar. Tercatat ada 60 ton emas dan menjadikannya sebagai harta rampokan terbesar di dunia.

Saat proses pengangkutan, banyak pihak menduga kapal bakal kepenuhan muatan. Namun, Alfonso tak mendengar dan tetap melanjutkan pelayaran kapal Flor de la Mar. Bahkan, dia juga mengirim kapal-kapal kecil mengawal Flor de la Mar agar tak dirampok.

Awalnya, berjalan lancar. Tapi, pada hari kedua pelayaran, terjadi badai sangat dahsyat. Badai dan ombak datang tak berhenti. Praktis, semua kapal layar itu goyang apalagi Flor de la Mar yang kelebihan muatan.

"Kapal yang kelebihan muatan itu segera tenggelam ke dasar laut. Membawa serta seluruh awak kapal dan semua harta berharga yang dibawanya," tulis Peter O. Koch dalam To the Ends of the Earth: The Age of the European Explorers (2015).

Akibat bencana itu, Flor de la Mar dinyatakan tenggelam di Laut Aceh. Ketika badai terjadi tak ada satupun orang yang menyelamatkan 60 ton emas itu. Semua bergegas menyelamatkan diri, begitu juga Alfonso de Albuquerque.

"Ini adalah ekspedisi yang ditakdirkan untuk bukti dari sifat serakah," tulis Peter O. Koch.

Hingga kini emas 60 ton itu masih misteri. Namun, mengingat sifatnya yang tahan air, emas itu dipastikan masih ada sampai sekarang setelah ratusan tahun lamanya.

Hanya saja, lokasinya sudah pasti berpindah dari titik awal karamnya kapal. Hingga kini pun, belum ada pemburu harta karun yang berhasil menemukannya.

Bagikan Berita:
SB

Tim Redaksi SATU BERITA

Kami berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan mencerdaskan pembaca SATU BERITA.

Rekomendasi

Baca Juga

Bocah 9 Tahun di Cilegon Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Rumah
KriminalMistisHot News

Bocah 9 Tahun di Cilegon Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Rumah

Bocah 9 Tahun di Cilegon Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Rumah

17 Des 20251 menit
Baca artikel
Kisah Mistis di Mes Persija: Pelatih Asing Dibuat Merinding
Misteri

Kisah Mistis di Mes Persija: Pelatih Asing Dibuat Merinding

Cerita Mistis MO Persija: Ada Mahluk Bikin Pelatih Asing Merinding dan Panik

22 Nov 20241 menit
Baca artikel
Wajah Ratu Kidul Berubah-ubah
MistisMisteri

Wajah Ratu Kidul Berubah-ubah

Dalam wawancara dengan Hadi Sumarto, seorang paranormal yang dikenal mendalami dunia gaib dan mistis, terungkap fakta menarik tentang sosok Ratu Kidul, penguasa mistis Pantai Selatan.

20 Nov 20241 menit
Baca artikel
Pastikan Tak Akan Jadi Harun Masiku Jilid 2, KPK Cegah Sahbirin Noor ke Luar Negeri
Hot NewsMisteriLifestyle

Pastikan Tak Akan Jadi Harun Masiku Jilid 2, KPK Cegah Sahbirin Noor ke Luar Negeri

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan pencarian terhadap Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) Sahbirin Noor atau akrab disapa Paman Birin tidak akan sulit. KPK mengklaim telah belajar dari kejadian kaburnya mantan Caleg PDIP Harun Masiku.

7 Nov 20241 menit
Baca artikel
Info Menarik
taruma4d slot maxwindynasty4dtoto slot gacor hari ini

Berita Terkini

  • 01
    Bocah 9 Tahun di Cilegon Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Rumah

    Bocah 9 Tahun di Cilegon Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Rumah

    17 Des 2025
  • 02
    Kisah Mistis di Mes Persija: Pelatih Asing Dibuat Merinding

    Kisah Mistis di Mes Persija: Pelatih Asing Dibuat Merinding

    22 Nov 2024
  • 03
    Wajah Ratu Kidul Berubah-ubah

    Wajah Ratu Kidul Berubah-ubah

    20 Nov 2024
  • 04
    Pastikan Tak Akan Jadi Harun Masiku Jilid 2, KPK Cegah Sahbirin Noor ke Luar Negeri

    Pastikan Tak Akan Jadi Harun Masiku Jilid 2, KPK Cegah Sahbirin Noor ke Luar Negeri

    7 Nov 2024
  • 05
    Angkernya Gunung Pegat di Ponorogo

    Angkernya Gunung Pegat di Ponorogo

    4 Nov 2024
  • 06
    Suanggi, Makhluk Gaib yang Dipercayai Warga NTT

    Suanggi, Makhluk Gaib yang Dipercayai Warga NTT

    4 Nov 2024