Langgar Gencatan Senjata, Serangan Mortir Kamboja Hantam Pos Thailand

SBTim Redaksi SATU BERITA
6 Januari 20263 menit baca
Ilustrasi artikel: Langgar Gencatan Senjata, Serangan Mortir Kamboja Hantam Pos Thailand

Langgar Gencatan Senjata, Serangan Mortir Kamboja Hantam Pos Thailand

Kesepakatan gencatan senjata antara Kamboja dan Thailand tampaknya kembali berujung kegagalan setelah eskalasi konflik antara kedua negara kembali terjadi pada Selasa ini (6/1/2026).

Memanasnya hubungan Kamboja dan Thailand kali ini terjadi setelah adanya laporan serangan di kawasan wilayah Chong Bok, tepat di depan Bukit 469

Kabar ini dibagikan oleh akun media sosial Komando Daerah Militer (Kodam) II Thailand yang melaporkan bahwa Kamboja melakukan serangan dengan menggunakan mortar.

Mortir adalah senjata artileri ringan yang dirancang untuk menembakkan proyektil dengan sudut elevasi yang tinggi dengan lintasan melengkung/parabola.

Sederhananya, mortir adalah "meriam saku" yang proyektilnya dilemparkan ke atas untuk jatuh tepat di atas kepala musuh atau di balik rintangan.

Adapun serangan mortir tersebut dilaporkan terjadi pada hari Selasa ini sekitar pukul 07.25 pagi waktu setempat,

"Darurat!!! Kamboja telah melanggar kesepakatan gencatan senjata." demikian tulis akun Kodam II Thailand dalam laporan singkatnya.

Bagikan Berita:
SB

Tim Redaksi SATU BERITA

Kami berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan mencerdaskan pembaca SATU BERITA.

Rekomendasi

Baca Juga

Pertamina Sebut Indonesia Masih Simpan Potensi 11 Miliar Barel Minyak

Pertamina Sebut Indonesia Masih Simpan Potensi 11 Miliar Barel Minyak

Pertamina mengungkap Indonesia masih memiliki potensi cadangan minyak mencapai 11 miliar barel yang tersebar di berbagai wilayah dan belum sepenuhnya dieksplorasi.

20 Mei 20261 menit
Baca artikel
Prabowo Ingatkan Anak Muda Jangan Semua Kejar ASN, Indonesia Butuh Lebih Banyak Pengusaha

Prabowo Ingatkan Anak Muda Jangan Semua Kejar ASN, Indonesia Butuh Lebih Banyak Pengusaha

Presiden Prabowo Subianto meminta generasi muda tidak hanya bercita-cita menjadi ASN. Ia menilai Indonesia membutuhkan lebih banyak pengusaha untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja.

20 Mei 20261 menit
Baca artikel
Info Menarik
taruma4dkaisar4dtoto