Malaysia Minta Maaf Usai Salah Sebut Nama Presiden Indonesia

Pejabat Malaysia diduga salah menyebut nama Presiden Indonesia dalam sebuah acara resmi. Pemerintah Malaysia langsung menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.
Sebuah video dari acara diplomasi di Kuala Lumpur mendadak viral, setelah seorang pejabat Malaysia salah menyebut nama Presiden Indonesia saat memberikan sambutan. Dalam rekaman, nama yang disebut bukan “Presiden Prabowo Subianto”, melainkan nama pemimpin sebelumnya.
Kesalahan tersebut mendapat reaksi beragam dari publik Indonesia di media sosial:
- Ada yang menganggap ini hal sepele
- Ada pula yang menilai sebagai kelalaian diplomatik
Tak menunggu lama, Kementerian Luar Negeri Malaysia menerbitkan klarifikasi resmi:
"“Kesalahan penyebutan nama Presiden Indonesia terjadi tanpa unsur kesengajaan.
Malaysia menyampaikan permohonan maaf dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Presiden Prabowo Subianto dan masyarakat Indonesia.”"
Pemerintah Indonesia disebut menerima klarifikasi tersebut dengan baik, dan hubungan kedua negara tetap berjalan harmonis.
Tim Redaksi SATU BERITA
Kami berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan mencerdaskan pembaca SATU BERITA.
Rekomendasi
Baca Juga
Ketua Paguyuban Mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Kudus, Wahyu Widodo, menegaskan pemanggilan 78 mitra oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kudus bukan merupakan pemeriksaan atas dugaan pelanggaran, melainkan proses sinkronisasi dan validasi data terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, melalui tim kuasa hukumnya resmi melaporkan empat hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat ke Komisi Yudisial (KY). Laporan tersebut kini tengah dipelajari untuk menentukan tindak lanjut sesuai mekanisme yang berlaku.



