Pemain Barcelona SC Mario Pineida Tewas dalam Penembakan di Ekuador

Pemain Barcelona SC Mario Pineida Tewas dalam Penembakan di Ekuador
Pemain Barcelona SC, Mario Pineida, meninggal dunia setelah menjadi korban penembakan di Guayaquil, Ekuador. Insiden tragis tersebut menambah daftar panjang kekerasan bersenjata yang melanda kota terbesar di negara Amerika Selatan itu. Bek berusia 33 tahun yang memperkuat Barcelona SC tersebut dilaporkan tewas setelah ditembak oleh dua orang tak dikenal yang mengendarai sepeda motor. Peristiwa penembakan terjadi di kawasan utara Guayaquil dan turut melibatkan anggota keluarga korban.
Dua pelaku bersepeda motor melepaskan tembakan ke arah Pineida, ibunya, serta seorang perempuan lain di luar sebuah toko. Dalam insiden tersebut, selain Pineida, satu orang lainnya juga dinyatakan meninggal dunia
Sementara itu, satu korban lain mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat. Kementerian Dalam Negeri Ekuador menyatakan telah mengerahkan unit kepolisian khusus untuk mengusut kasus penembakan yang menewaskan pemain Barcelona SC tersebut. Kekerasan Meningkat di Ekuador Guayaquil dalam beberapa tahun terakhir dikenal sebagai pusat kekerasan geng dan perdagangan narkoba. Sepanjang Januari hingga September, tercatat sekitar 1.900 kasus pembunuhan, angka tertinggi dalam sejarah kriminalitas di Ekuador. Baca juga: Hasil Ekuador Vs Brasil 0-0: Debut Carlo Ancelotti Berujung Seri Sebelumnya, tiga pemain sepak bola divisi dua juga dilaporkan tewas pada September, sementara seorang pemain lokal lainnya mengalami luka tembak pada Oktober. Kasus Mario Pineida kembali menyoroti ancaman serius terhadap keamanan di Liga Ekuador.
Karier Mario Pineida di Sepak Bola Mario Pineida merupakan bek kiri yang memulai karier profesionalnya bersama Independiente del Valle pada 2010
Tim Redaksi SATU BERITA
Kami berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan mencerdaskan pembaca SATU BERITA.
Rekomendasi
Baca Juga
Pertamina mengungkap Indonesia masih memiliki potensi cadangan minyak mencapai 11 miliar barel yang tersebar di berbagai wilayah dan belum sepenuhnya dieksplorasi.
Presiden Prabowo Subianto meminta generasi muda tidak hanya bercita-cita menjadi ASN. Ia menilai Indonesia membutuhkan lebih banyak pengusaha untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja.



