LiputanHot News

Prabowo: Para Kepala Negara Khawatir Perang Dunia 3

SBTim Redaksi SATU BERITA
2 Februari 20265 menit baca
Ilustrasi artikel: Prabowo: Para Kepala Negara Khawatir Perang Dunia 3

Prabowo: Para Kepala Negara Khawatir Perang Dunia 3

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyebut sejumlah kepala negara menyatakan kekhawatiran akan terjadinya Perang Dunia 3, menyusul meningkatnya ketegangan global.

Peringatan itu disampaikan setelah Presiden Ke-8 RI menghadiri pertemuan Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, yang dihadiri puluhan kepala negara

Saudara-saudara saya baru pulang dari Eropa dan hadir di Davos puluhan kepala negara hadir. Hampir semua merisaukan pecahnya Perang Dunia 3," ujar Prabowo dalam agenda 'Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah 2026' di Sentul, Bogor, Senin (2/2).

Menurut Prabowo, dalam forum itu hampir seluruh pemimpin dunia menyuarakan kekhawatiran yang sama terkait eskalasi konflik global.

Selain tantangan perubahan iklim yang memicu bencana di berbagai negara, ancaman perang berskala besar menjadi isu utama yang dibahas.

"Sekarang di tingkat dunia, ada kekhawatiran akan terjadinya Perang Dunia 3. Ada simulasi yang menunjukkan bahwa jika Perang Dunia 3 terjadi dan melibatkan senjata nuklir, negara yang tidak terlibat pun tetap akan terdampak," ujar Prabowo.

"Kita bisa terkena partikel radioaktif, sumber pangan seperti ikan berpotensi terkontaminasi, dan dunia bisa mengalami nuclear winter yang menutupi sinar matahari bukan hanya satu atau dua tahun, tetapi menurut para ahli bisa berlangsung puluhan tahun. Inilah yang sedang dibicarakan di tingkat global," tambah dia

Prabowo menegaskan komitmennya untuk melanjutkan politik luar negeri Indonesia yang berlandaskan prinsip bebas aktif dan non-blok. Menurutnya, Indonesia tidak akan bergabung dengan pakta militer mana pun.

"Saya katakan, filosofi luar negeri saya seribu kawan terlalu banyak satu lawan terlalu sedikit," kata Prabowo.

Selain itu, Prabowo juga mengingatkan bahwa konsekuensi dari sikap non-blok adalah Indonesia harus siap berdiri sendiri jika menghadapi ancaman, karena tidak terikat pada aliansi pertahanan mana pun.

"Jika kita sungguh-sungguh tidak terlibat dalam pakta militer dan bersahabat dengan semua, maka ketika kita diancam atau diserang, tidak akan ada yang otomatis membantu," tegasnya.





Bagikan Berita:
SB

Tim Redaksi SATU BERITA

Kami berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan mencerdaskan pembaca SATU BERITA.

Rekomendasi

Baca Juga

Tegas! BGN Hentikan Sementara Operasional Dapur MBG di Pekanbaru, Jadi Evaluasi untuk SPPG Lain

Tegas! BGN Hentikan Sementara Operasional Dapur MBG di Pekanbaru, Jadi Evaluasi untuk SPPG Lain

Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Pekanbaru. Kebijakan ini disebut sebagai langkah tegas sekaligus evaluasi agar seluruh SPPG lain lebih disiplin dalam menjalankan standar operasional.

21 Mei 20261 menit
Baca artikel
Pigai Bantah Label Intoleran untuk Depok, Sebut Tidak Sesuai Fakta Lapangan

Pigai Bantah Label Intoleran untuk Depok, Sebut Tidak Sesuai Fakta Lapangan

Menteri HAM Natalius Pigai menanggapi isu yang menyebut Kota Depok sebagai wilayah intoleran. Ia menegaskan bahwa penilaian tersebut tidak tepat dan tidak mencerminkan kondisi sosial masyarakat secara keseluruhan.

21 Mei 20261 menit
Baca artikel
Info Menarik
Banner promo OasisTogel dengan hadiah togel dan slot onlinedynasty4dtoto