Purbaya Dukung Tenor Cicilan Rumah Subsidi hingga 30 Tahun

Purbaya Dukung Tenor Cicilan Rumah Subsidi hingga 30 Tahun
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mendukung skema perpanjangan tenor cicilan rumah subsidi hingga 30 tahun.
Langkah itu dinilai dapat memperluas akses pembiayaan perumahan sekaligus meringankan beban masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah. Purbaya mengatakan perpanjangan masa jatuh tempo (maturity) dan tenor pinjaman menjadi salah satu opsi agar cicilan rumah lebih terjangkau.
"Salah satunya adalah memperpanjang masa maturity dan tenor dari pinjaman. Jadi kita usulkan kalau bisa 30 tahun saja, biar lebih panjang yang bisa dijadikan lebih murah," ujar Purbaya dalam keterangan resmi, Kamis (26/2).
Menurutnya, skema cicilan perumahan perlu dibuat lebih menarik agar masyarakat terdorong memanfaatkan pembiayaan melalui BP Tapera. Dengan tenor hingga 30 tahun, cicilan bulanan diharapkan turun signifikan sehingga daya beli masyarakat terhadap rumah subsidi meningkat.
Ia menegaskan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mendukung penguatan peran BP Tapera agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat. Masyarakat diharapkan melihat keuntungan menabung di BP Tapera lebih besar dibandingkan skema tabungan perumahan lainnya.
"Kementerian Keuangan mendukung BP Tapera supaya lebih dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Dalam pengertian, masyarakat harusnya ingin menabung di BP Tapera karena keuntungan atau manfaat yang dirasakan akan jauh lebih besar daripada kalau mereka nabung di tempat lain untuk perumahan," ujarnya.
Selain meringankan cicilan, kebijakan tenor panjang ini juga diharapkan memicu persaingan di industri perbankan. Purbaya menilai bank swasta maupun bank lainnya dapat terdorong menawarkan tenor serupa sehingga sektor perumahan tumbuh lebih cepat.
Pertumbuhan sektor perumahan tersebut pada akhirnya diharapkan berkontribusi terhadap percepatan pertumbuhan ekonomi nasional menuju target 8 persen.
"Dan itu harusnya juga akan men-trigger perbankan swasta atau perbankan yang lainnya untuk menawarkan service yang sama sehingga sekali perumahan bisa tumbuh lebih cepat, lebih cepat, lebih cepat, supaya ekonominya tumbuh lebih cepat, supaya target kita yang ke arah 8 persen semakin kelihatan," pungkasnya.
Tim Redaksi SATU BERITA
Kami berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan mencerdaskan pembaca SATU BERITA.
Rekomendasi
Baca Juga
Pertamina mengungkap Indonesia masih memiliki potensi cadangan minyak mencapai 11 miliar barel yang tersebar di berbagai wilayah dan belum sepenuhnya dieksplorasi.
Presiden Prabowo Subianto meminta generasi muda tidak hanya bercita-cita menjadi ASN. Ia menilai Indonesia membutuhkan lebih banyak pengusaha untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja.



