Rusia Gempur Ibu Kota Ukraina usai Tolak Usulan Damai

Rusia Gempur Ibu Kota Ukraina usai Tolak Usulan Damai
Rusia menggempur Ibu Kota Ukraina, Kyiv, dan sekitarnya usai menolak proposal perjanjian damai yang akan mengakhiri invasi selama hampir empat tahun terakhir.
Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko mengatakan serangan pada Jumat (9/1) dini hari tersebut menyebabkan korban tewas dan terluka.
"[Sebanyak] 3 orang tewas dan 13 lainnya mengalami luka-luka," kata Klitschko pada Jumat, dikutip AFP.
Dia juga mengatakan petugas medis tewas saat menanggapi serangan drone di bangunan tempat tinggal yang terkena serangan kedua kali. Namun, belum jelas apakah petugas medis itu termasuk dalam jumlah korban tewas.
Selain itu, Klitschko mengatakan gempuran Rusia memicu kebakaran dan kerusakan apartemen.
Wilayah lain, Lviv, juga jadi target serangan Rusia. Militer Ukraina menyatakan rudal balistik menghantam "fasilitas infrastruktur" sebelum tengah malam.
Menanggapi serangan tersebut, pihak berwenang di Kyiv dan Lviv mendesak warga untuk tetap berada di dalam tempat perlindungan sampai sirene serangan udara berhenti berbunyi.
Angkatan Udara juga memperingatkan bahwa "seluruh Ukraina berada di bawah ancaman rudal" usai mengonfirmasi pesawat-pesawat pembom Rusia sedang mengudara.
Wilayah lain, Lviv, juga jadi target serangan Rusia. Militer Ukraina menyatakan rudal balistik menghantam "fasilitas infrastruktur" sebelum tengah malam.
Menanggapi serangan tersebut, pihak berwenang di Kyiv dan Lviv mendesak warga untuk tetap berada di dalam tempat perlindungan sampai sirene serangan udara berhenti berbunyi.
Angkatan Udara juga memperingatkan bahwa "seluruh Ukraina berada di bawah ancaman rudal" usai mengonfirmasi pesawat-pesawat pembom Rusia sedang mengudara.
Tim Redaksi SATU BERITA
Kami berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan mencerdaskan pembaca SATU BERITA.
Rekomendasi
Baca Juga

Dana Operasional Mandek, Dapur SPPG Sebatik Timur Tutup Sementara, Distribusi MBG ke 31 Sekolah Terganggu
Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Sebatik Timur, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, terpaksa menghentikan operasional sementara akibat belum cairnya dana operasional. Dampaknya, distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada 31 sekolah dan sejumlah penerima manfaat lainnya ikut terhenti.
Polres Metro Jakarta Pusat mengungkap jaringan peredaran obat keras ilegal yang beroperasi di sejumlah wilayah Jakarta Pusat. Dalam operasi yang dilakukan sepanjang Mei 2026, polisi menangkap 14 orang tersangka dan menyita ribuan butir obat keras yang diduga diedarkan tanpa izin.


