Sampah Menumpuk di TPS Rawa Bebek imbas Operasional Bantargebang Belum Normal

Sampah Menumpuk di TPS Rawa Bebek imbas Operasional Bantargebang Belum Normal
- JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) Lingkungan Hidup Kecamatan Cakung, Encep mengungkap penyebab penumpukan sampah di tempat penampungan sementara (TPS) 3R Jalan Rawa Bebek, Kelurahan Pulogebang, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur. "Karena itu penampungan sementara, terus akibat Bantargebang belum normal usai adanya longsoran kemarin," ujar Encep saat dihubungi Kompas.com, Kamis (9/4/2026). Baca juga: Warga Desak Pemprov DKI Tangani Sampah di Rawa Bebek: Jangan Tunggu Viral, Baru Pusing Ia memastikan pengangkutan sampah terus dilakukan untuk mengurangi volume tumpukan di lokasi tersebut. "Kita sudah kerahkan 8-9 truk dan nanti ada bantuan truk pengangkut dari Sudin, tetapi bantuan tersebut menunggu pengangkutan tumpukan di Rawa Teratai selesai," imbuh dia.
Meski demikian, Encep menargetkan seluruh sampah di kawasan tersebut dapat terangkut dalam beberapa hari ke depan.
"Untuk mengosongkan, kami butuh waktu beberapa hari ke depan. Kami upayakan secepatnya, semoga kondisi di Bantargebang juga kembali lancar," ujar dia. Tumpukan sampah itu meluber hingga ke bahu jalan yang berdekatan dengan jalur kendaraan Banjir Kanal Timur. Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi, sampah terlihat menggunung setinggi sekitar dua hingga tiga meter dan meluber ke bahu jalan. Meski tidak menutup total Jalan Rawa Bebek, area di sekitar TPS 3R dipenuhi sampah plastik yang berserakan hingga beberapa meter dari lokasi.
Selain itu, terdapat pula sampah di pinggir BKT sehingga sebagian di antaranya jatuh ke area kanal. Sejumlah kendaraan yang melintas terlihat harus melambat karena adanya gerobak dan truk sampah yang hendak menurunkan maupun mengangkut sampah.
Tim Redaksi SATU BERITA
Kami berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan mencerdaskan pembaca SATU BERITA.
Rekomendasi
Baca Juga
Pertamina mengungkap Indonesia masih memiliki potensi cadangan minyak mencapai 11 miliar barel yang tersebar di berbagai wilayah dan belum sepenuhnya dieksplorasi.
Presiden Prabowo Subianto meminta generasi muda tidak hanya bercita-cita menjadi ASN. Ia menilai Indonesia membutuhkan lebih banyak pengusaha untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja.



