Selat Hormuz Lumpuh, Arab Saudi Peringatkan Krisis Minyak Bisa Berlangsung Hingga 2027

Gangguan di Selat Hormuz memicu kekhawatiran besar terhadap pasokan energi dunia. Arab Saudi memperingatkan krisis minyak global dapat berlangsung lebih lama jika jalur pelayaran strategis tersebut terus terganggu.
Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali mengguncang pasar energi dunia setelah aktivitas pelayaran di Selat Hormuz mengalami gangguan besar. SLOT GACOR ONLINE Jalur laut yang selama ini menjadi penghubung utama distribusi minyak global itu disebut mengalami penurunan lalu lintas kapal secara drastis.
CEO Saudi Aramco, Amin Nasser, menyebut kondisi tersebut berpotensi membuat pasar minyak dunia tidak kembali normal hingga tahun 2027 jika gangguan terus berlanjut dalam beberapa pekan ke depan. Menurutnya, dunia saat ini kehilangan sekitar 100 juta barel minyak setiap minggu akibat terhambatnya distribusi energi melalui Selat Hormuz.
Baca Juga: Pesawat Garuda Indonesia Berputar 4,5 Jam di Langit India, Ini Kronologinya
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur strategis yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia. Gangguan di wilayah tersebut langsung memicu lonjakan harga energi global dan meningkatkan kekhawatiran akan inflasi serta perlambatan ekonomi di berbagai negara.
Baca Juga: Thaksin Shinawatra Bebas Bersyarat, Disambut Ratusan Pendukung di Bangkok
Untuk mengurangi dampak krisis, Arab Saudi mulai mengalihkan sebagian ekspor minyak melalui jalur pipa East-West menuju Laut Merah. KAISAR4DTOTO Namun, pihak Aramco menilai langkah itu belum cukup untuk menggantikan kapasitas distribusi normal melalui Selat Hormuz.
source: Selat Hormuz Lumpuh, Arab Saudi Sebut Krisis Minyak Bisa Berlanjut hingga 2027
Tim Redaksi SATU BERITA
Kami berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan mencerdaskan pembaca SATU BERITA.
Rekomendasi
Baca Juga
Pertamina mengungkap Indonesia masih memiliki potensi cadangan minyak mencapai 11 miliar barel yang tersebar di berbagai wilayah dan belum sepenuhnya dieksplorasi.
Presiden Prabowo Subianto meminta generasi muda tidak hanya bercita-cita menjadi ASN. Ia menilai Indonesia membutuhkan lebih banyak pengusaha untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja.



