Lompat ke konten utama
satuberita.news — Berita Terpercaya Indonesia
SBSATUBERITA
  • Berita
  • Redaksi
  • Kontak
SBSATUBERITA

Portal berita Indonesia yang menyajikan liputan nasional, internasional, ekonomi, politik, olahraga, dan teknologi — cepat, jelas, dan terpercaya.

satuberita.news

Kategori

  • Anime
  • Economy
  • Film
  • Game
  • Healthy
  • Horror
  • Hot News
  • Keramat

Informasi

  • Redaksi
  • Kontak
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer

Hubungi Redaksi

Hubungi via halaman kontak
Indonesia — Redaksi Digital

© 2026 SATU BERITA. Hak cipta dilindungi.

Syarat LayananPrivasiCookies
  1. blog
  2. setelah darah tumpah dia baru nyesel tapi udah terlambat karena warisan pria di surabaya bunuh adik dan keponakan
LiputanKriminal

Setelah darah tumpah, dia baru nyesel, tapi udah terlambat, Karena warisan, pria di Surabaya bunuh adik dan keponakan.

SBTim Redaksi SATU BERITA
16 November 20244 menit baca
Share
Ilustrasi artikel: Setelah darah tumpah, dia baru nyesel, tapi udah terlambat, Karena warisan, pria di Surabaya bunuh a…

Peristiwa berdarah terjadi di sebuah rumah di Jalan Pusat Indah Timur I, Kecamatan Sukomanunggal, Kota Surabaya, Jawa Timur, pada Kamis, 14 November 2024, malam. AAS (68) membunuh adik kandungnya sendiri, SH (62), dan anak SH alias keponakan AAS, CKC (34).

Peristiwa berdarah terjadi di sebuah rumah di Jalan Pusat Indah Timur I, Kecamatan Sukomanunggal, Kota Surabaya, Jawa Timur, pada Kamis, 14 November 2024, malam. AAS (68) membunuh adik kandungnya sendiri, SH (62), dan anak SH alias keponakan AAS, CKC (34).

Pembunuhan yang dilakukan pelaku AAS tersebut, karena sengketa warisan. Kini AAS menyesal setelah ditetapkan sebagai tersangka.

Ketua RW 03, Susanto, menjelaskan pembunuhan itu terjadi sekitar pukul 18.30 WIB. Saat ditemukan tanpa nyawa, SH tewas dengan luka sayat di leher. Sementara CKC mengalami luka tusukan di beberapa bagian tubuhnya.

"[Korban] pengusaha mangga," katanya kepada wartawan. Pembunuhan itu, lanjut Susanto, diduga kuat dipicu masalah harta warisan. Pada Oktober lalu, antara pelaku dengan korban terlibat cekcok karena masalah warisan. Kedua belah pihak dimediasi oleh perangkat RW setempat.

"Tidak akur karena warisan," ujar Susanto.

Tak lama kemudian, AAS ditangkap. Ia ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Kepala Kepolisian Sektor Sukomanunggal, Kompol Zainur Rofik mengatakan, peristiwa berdarah itu bermula dari rapat keluarga besar terkait sengketa rumah warisan.

Rumah dimaksud adalah milik kakak AAS, yakni MW. Namun, belakangan rumah itu tidak ditempati dan dipakai keluarga besar untuk berjualan mangga. Karena jadi sengketa antarsaudara keluarga besar itu, rapat mediasi pun digelar pada Kamis, 14 November 2024.
Mediasi dilakukan karena tersangka menagih uang kompensasi dari rumah warisan tersebut. Sejak sore, tersangka, kakak dan anggota keluarga lainnya sudah tiba di rumah tersebut.

Namun, korban belum tiba. Korban baru datang ketika hari sudah petang. Nah, saat korban datang itulah tersangka masuk ke dalam kamar, mengambil pisau dan langsung menyerang SH hingga lehernya nyaris putus.

Melihat ibunya diserang dan bercucuran darah, CKC berusaha melerai. Tapi CKC justru ikut jadi sasaran amukan tersangka. CKC ditusuk tersangka berkali-kali.

Akibatnya, SH dan CKC langsung ambruk berisimbah darah. Keduanya meninggal dunia saat berupaya diselamatkan ke rumah sakit terdekat. Tersangka kemudian ditangkap tak lama kemudian.

"Pengakuan tersangka, pisau itu [yang dipakai membunuh korban] beli di PTC," kata Rofik, Sabtu, 16 November 2024.
Berdasarkan pemeriksaan, Rofik mengungkapkan bahwa tersangka tega menghabisi adik dan keponakannya karena sakit hati beberapa pekan sebelumnya diolok-olok buntut dari sengketa warisan.

"Dia [tersangka] mengaku diejek atau pun apa akhirnya dia seperti kesal. Jadi waktu ketemu korban dia langsung [menyerang korban]. Jadi, tidak ada cekcok langsung dibacok," tandas Rofik.

Tersangka dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dan Pasal 338 Subsider Pasal 351 Ayat (2) KUHP. Pasal 340 diterapkan karena sebelum kejadian tersangka sengaja membeli pisau lalu menyimpan di dalam kamar

Setelah ditetapkan tersangka dan ditahan, AAS mengaku menyesal. "Pertama kali saya emosi. Sekarang, ya, menyesal," ujarnya.

Bagikan Berita:
SB

Tim Redaksi SATU BERITA

Kami berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan mencerdaskan pembaca SATU BERITA.

Rekomendasi

Baca Juga

Kasus Korupsi MBG: Kejagung Periksa Saksi Baru
Kriminal

Kasus Korupsi MBG: Kejagung Periksa Saksi Baru

15 Jul 20261 menit
Baca artikel
Fakta Kasus SPPG Fiktif Cilacap dan Modus Korupsi MBG
Kriminal

Fakta Kasus SPPG Fiktif Cilacap dan Modus Korupsi MBG

15 Jul 20261 menit
Baca artikel
Az Zahra Ditangkap Judi Online: Kronologi Lengkap
Kriminal

Az Zahra Ditangkap Judi Online: Kronologi Lengkap

14 Jul 20261 menit
Baca artikel
Kasus Gratifikasi Eks Sekjen MPR: Berita Terkini
Kriminal

Kasus Gratifikasi Eks Sekjen MPR: Berita Terkini

11 Jul 20261 menit
Baca artikel
Info Menarik
taruma4d slot maxwindynasty4dtoto slot gacor hari ini

Berita Terkini

  • 01
    Kasus Korupsi MBG: Kejagung Periksa Saksi Baru

    Kasus Korupsi MBG: Kejagung Periksa Saksi Baru

    15 Jul 2026
  • 02
    Fakta Kasus SPPG Fiktif Cilacap dan Modus Korupsi MBG

    Fakta Kasus SPPG Fiktif Cilacap dan Modus Korupsi MBG

    15 Jul 2026
  • 03
    Az Zahra Ditangkap Judi Online: Kronologi Lengkap

    Az Zahra Ditangkap Judi Online: Kronologi Lengkap

    14 Jul 2026
  • 04
    Kasus Gratifikasi Eks Sekjen MPR: Berita Terkini

    Kasus Gratifikasi Eks Sekjen MPR: Berita Terkini

    11 Jul 2026
  • 05
    Penggeledahan Kejati Jateng di SPPG Jawa Tengah: Dampak dan Tindak Lanjut 2026

    Penggeledahan Kejati Jateng di SPPG Jawa Tengah: Dampak dan Tindak Lanjut 2026

    10 Jul 2026
  • 06
    9 Pelaku Pengeroyokan Pemuda di Magelang Ditangkap, Korban Tewas Usai Dirawat

    9 Pelaku Pengeroyokan Pemuda di Magelang Ditangkap, Korban Tewas Usai Dirawat

    11 Mei 2026