Starlink Resmi Masuk Vietnam

Starlink Resmi Masuk Vietnam
Pemerintah Vietnam memberikan lisensi kepada layanan internet milik Elon Musk, Starlink, untuk beroperasi di negara tersebut.
Regulator Frekuensi Radio mengatakan, unit lokal Starlink Services Vietnam Co. pada awalnya dapat mengerahkan empat stasiun gerbang dan maksimum 600 ribu perangkat terminal di Vietnam.
Lisensi tersebut mengharuskan Starlink untuk memastikan tidak ada gangguan pada jaringan komunikasi radio yang ada.
Otoritas Manajemen Frekuensi Radio menambahkan, sistem Starlink nantinya berkontribusi pada perluasan konektivitas internet satelit di negaranya.
Dikutip dari AFP, Starlink menyediakan akses internet berkecepatan tinggi ke lokasi terpencil di seluruh dunia melalui ribuan satelit orbit Bumi rendah.
Menurut Pusat Informasi Jaringan Internet Vietnam, hampir 80 persen dari sekitar 100 juta penduduk Vietnam adalah pengguna internet. Namun kesenjangan dalam akses ke layanan internet tetap ada di daerah pedesaan dan pegunungan.
Perusahaan induk SpaceX, yang didirikan oleh orang terkaya di dunia, Elon Musk, tidak segera membalas permintaan komentar dari AFP pada Minggu (15/2).
Starlink yang berbasis di AS mengatakan bahwa layanannya di Vietnam segera hadir.
Vietnam dan AS sendiri sedang dalam proses negosiasi kesepakatan perdagangan setelah Washington memberlakukan tarif 20 persen untuk barang-barang Vietnam tahun lalu.
Kedua negara menggelar putaran keenam pembicaraan bulan ini, meski belum mencapai kesepakatan akhir.
Pemimpin tertinggi Vietnam, To Lam, akan melakukan perjalanan ke Amerika Serikat minggu ini untuk menghadiri pertemuan Board of Peace Perdamaian Presiden Donald Trump. Demikian menurut dua sumber yang diberi pengarahan tentang kunjungan tersebut.
Dewan, yang diketuai oleh Trump, semula dimaksudkan untuk mengawasi pembangunan kembali Jalur Gaza setelah dua tahun perang, tetapi piagamnya tampaknya melampaui wilayah Palestina.
Tim Redaksi SATU BERITA
Kami berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan mencerdaskan pembaca SATU BERITA.
Rekomendasi
Baca Juga
Arus keluar modal asing dari pasar keuangan Indonesia kembali menjadi sorotan. Sejumlah investor global tercatat melepas kepemilikan saham maupun surat berharga Indonesia di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global, pergerakan suku bunga, serta perubahan strategi investasi internasional.
Yana Priatna, pemilik sekaligus pengelola Emeralda Resort, dilaporkan ke Polda Jawa Barat oleh sejumlah konsumen yang mengaku mengalami kerugian total mencapai Rp117 miliar. Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan permasalahan investasi dan pengelolaan unit properti yang belum menemukan penyelesaian.



