Terduga Maling yang Lompat ke Kali di Jakbar Ditemukan Tewas

Seorang pria ditemukan tewas tenggelam di aliran kali di Kali Pesing, Jalan Kali Sekertaris, Kebon Jeruk, Jakbar. Polisi turun tangan melakukan penyelidikan. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi menjelaskan, jasad korban R pertama kali ditemukan oleh warga pada Jumat, 6 September 2024 sekira pukul 05.00.
Seorang pria ditemukan tewas tenggelam di aliran kali di Kali Pesing, Jalan Kali Sekertaris, Kebon Jeruk, Jakbar. Polisi turun tangan melakukan penyelidikan.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi menjelaskan, jasad korban R pertama kali ditemukan oleh warga pada Jumat, 6 September 2024 sekira pukul 05.00.
"Benar kejadian tersebut dilaporkan kepada pihak kepolisian untuk proses lebih lanjut," kata Ade Ary dalam keterangan tertulis, Sabtu (7/9/2024).
Terkait kejadian ini, tiga orang saksi telah dimintai keterangan. Adapun, korban awalnya masuk ke dalam pekarangan rumahnya. Namun, dipergoki oleh pemilik rumah.
"Saksi menegur 'Woi, ngapain luh'," ujar Ade Ary.
Lompat
Ade Ary mengatakan, korban lari tunggang-langgang ke arah kali. Melihat itu, warga mengejar. Namun, naas korban justru memilih melompat dari atas jembatan Kali Pesing.
"Melihat gelagat mencurigakan tersebut, saksi mengejar korban, namun korban melompat ke kali," ucap dia.
Ade Ary mengatakan, warga berusaha mencari keberadaan korban. Namun nihil. Belakangan, jasad korban pun muncul dipermukaan pada pukul 06.00 WIB.
"Korban di bawah jembatan dan kondisi tidak bergerak," ucap dia.
Meninggal
Hasil pengecekan, korban dinyatakan meninggal dunia.
"Warga menghampiri, dan diketahui sudah dalam keadaan meninggal dunia," tandas dia.
Tim Redaksi SATU BERITA
Kami berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan mencerdaskan pembaca SATU BERITA.
Rekomendasi
Baca Juga
Pertamina mengungkap Indonesia masih memiliki potensi cadangan minyak mencapai 11 miliar barel yang tersebar di berbagai wilayah dan belum sepenuhnya dieksplorasi.
Presiden Prabowo Subianto meminta generasi muda tidak hanya bercita-cita menjadi ASN. Ia menilai Indonesia membutuhkan lebih banyak pengusaha untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja.



