Trump Ancam Serang Iran Habis-habisan Jelang Berakhirnya Gencatan Senjata

Trump Ancam Serang Iran Habis-habisan Jelang Berakhirnya Gencatan Senjata
Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan ancaman keras terhadap Iran menjelang berakhirnya gencatan senjata.
Ia memperingatkan bahwa situasi bisa kembali memanas jika tidak ada kesepakatan damai yang tercapai.
Pernyataan itu disampaikan di tengah upaya diplomasi yang masih belum pasti hasilnya. SLOT GACOR MAXWIN Sementara itu, Iran sendiri memberi sinyal yang tidak konsisten terkait partisipasi dalam perundingan lanjutan.
Ancaman bombardir jika gencatan senjata gagal
Trump secara tegas mengatakan bahwa konsekuensi kegagalan perundingan akan sangat serius. SLOT TERPERCAYA 2026 Dalam wawancara dengan PBS News pada Senin (20/4/2026), ia menyebut, “lalu banyak bom akan mulai meledak,” saat ditanya apa yang terjadi jika gencatan senjata berakhir tanpa kesepakatan damai.
Ia juga menyampaikan kepada Bloomberg bahwa gencatan senjata yang dimulai pada 8 April akan berakhir pada Rabu malam waktu Washington.
Baca juga: Blokade Hormuz Dimulai, Trump Ancam Tenggelamkan Kapal yang Halangi Operasi
Trump menambahkan bahwa ia “sangat kecil kemungkinan” akan memperpanjang gencatan senjata tersebut jika tidak ada kesepakatan dengan pihak Iran.
Ancaman ini bukan yang pertama kali dilontarkan Trump. SLOT PALING AMAN Sebelumnya, ia berulang kali memperingatkan Iran soal kemungkinan serangan lanjutan.
Data dari Human Rights Activists News Agency mencatat, sebanyak 1.701 warga sipil, termasuk sedikitnya 254 anak-anak, tewas dalam 39 hari pertama serangan AS-Israel sebelum gencatan senjata diberlakukan.
Lihat Berita Lainnya
Tim Redaksi SATU BERITA
Kami berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan mencerdaskan pembaca SATU BERITA.
Rekomendasi
Baca Juga
Pertamina mengungkap Indonesia masih memiliki potensi cadangan minyak mencapai 11 miliar barel yang tersebar di berbagai wilayah dan belum sepenuhnya dieksplorasi.
Presiden Prabowo Subianto meminta generasi muda tidak hanya bercita-cita menjadi ASN. Ia menilai Indonesia membutuhkan lebih banyak pengusaha untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja.



