BMKG Kerahkan Tim ke 37 Titik untuk Pantau Hilal Penentuan 1 Ramadan
Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menurunkan tim pengamat di 37 lokasi di seluruh Indonesia untuk memantau hilal dalam rangka penentuan awal 1 Ramadan, Selasa (17/2/2026).
Langkah ini dilakukan guna mendukung proses sidang isbat yang digelar pemerintah melalui Kementerian Agama. Pemantauan hilal dilakukan dengan menggunakan peralatan astronomi seperti teleskop serta kamera khusus guna memastikan visibilitas bulan sabit muda.
Kepala BMKG menyampaikan bahwa pengamatan dilakukan di berbagai titik strategis yang memiliki cakrawala barat terbuka dan minim gangguan cuaca. Data yang diperoleh nantinya akan dilaporkan sebagai bahan pertimbangan dalam penetapan awal Ramadan.
“Tim kami disebar dari wilayah barat hingga timur Indonesia untuk memastikan pengamatan berjalan optimal. Faktor cuaca menjadi salah satu penentu keberhasilan rukyatul hilal,” ujar perwakilan BMKG.
BMKG juga melakukan perhitungan hisab atau kalkulasi astronomis untuk memprediksi posisi hilal, termasuk tinggi bulan dan sudut elongasi saat matahari terbenam. Hasil hisab tersebut kemudian dikombinasikan dengan hasil rukyat atau pengamatan langsung di lapangan.
Pemerintah dijadwalkan mengumumkan secara resmi hasil sidang isbat pada malam hari setelah seluruh laporan pengamatan diterima. Masyarakat diimbau menunggu keputusan resmi guna memastikan awal ibadah puasa Ramadan berlangsung serentak.



