Krisis Air Meluas, Negara-Negara Timur Tengah Terancam Kekeringan Parah
Internasional — Sejumlah negara di kawasan Timur Tengah menghadapi ancaman krisis air serius akibat kombinasi perubahan iklim, penurunan curah hujan, dan meningkatnya kebutuhan populasi. Para ahli memperingatkan kondisi ini berpotensi memicu masalah kemanusiaan dan konflik regional jika tidak segera ditangani.
Laporan lembaga lingkungan internasional menyebutkan negara-negara seperti Iran, Irak, Yordania, dan Suriah mengalami penurunan cadangan air tawar yang signifikan dalam satu dekade terakhir. Sungai-sungai utama menyusut, sementara sumber air tanah terus dieksploitasi secara berlebihan.
Kekeringan berkepanjangan juga berdampak langsung pada ketahanan pangan, dengan sektor pertanian mengalami penurunan produksi drastis. Ribuan petani terpaksa meninggalkan lahan mereka dan berpindah ke wilayah perkotaan, memperburuk tekanan sosial dan ekonomi.
Pemerintah di kawasan tersebut mulai mendorong solusi darurat, seperti desalinasi air laut, pembatasan konsumsi air, serta kerja sama lintas negara. Namun para pakar menilai langkah tersebut belum cukup tanpa strategi jangka panjang yang terkoordinasi secara regional.
Organisasi internasional menyerukan tindakan cepat dan investasi besar untuk mencegah krisis air berubah menjadi bencana kemanusiaan global di masa depan.



