PKB Ingatkan Dampak Jika WFH Sepekan Sekali Ditetapkan pada Jumat
Partai Kebangkitan Bangsa melalui sejumlah kadernya memberikan peringatan terkait usulan kebijakan work from home (WFH) satu hari dalam sepekan apabila ditetapkan pada hari Jumat.
Menurut perwakilan Partai Kebangkitan Bangsa, penetapan WFH di hari Jumat perlu dikaji secara matang karena berpotensi memengaruhi produktivitas kerja serta ritme aktivitas pelayanan publik. Jumat dinilai memiliki karakteristik berbeda dibanding hari kerja lainnya, terutama karena adanya waktu ibadah yang cukup panjang bagi sebagian masyarakat.
Selain itu, PKB juga menyoroti kemungkinan terjadinya penurunan efektivitas koordinasi antarinstansi apabila banyak pegawai bekerja dari rumah pada hari tersebut. Hal ini dikhawatirkan dapat berdampak pada pelayanan kepada masyarakat.
Meski begitu, PKB tidak menolak sepenuhnya kebijakan WFH. Mereka justru mendorong agar penerapannya dilakukan secara fleksibel dengan mempertimbangkan kebutuhan masing-masing sektor, baik pemerintahan maupun swasta.
PKB juga mengingatkan pemerintah untuk melakukan kajian menyeluruh sebelum menetapkan kebijakan tersebut, termasuk memperhitungkan dampak sosial, ekonomi, dan kinerja aparatur.
Dengan demikian, usulan WFH satu hari dalam sepekan tetap dinilai positif, namun penentuan harinya—terutama jika jatuh pada Jumat—perlu pertimbangan lebih lanjut agar tidak menimbulkan dampak yang tidak diinginkan.



