Prabowo Kumpulkan Menteri di Hambalang Bahas Strategi Perundingan Tarif RI–AS
Bogor, Jawa Barat — Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas bersama sejumlah menteri bidang ekonomi di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, pada Minggu malam (15/2/2026). Pertemuan itu fokus pada persiapan strategis menghadapi perundingan tarif dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat yang akan digelar dalam waktu dekat.
Dalam keterangan resmi yang dibagikan Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, Presiden Prabowo menekankan pentingnya memastikan posisi tawar Indonesia dalam setiap negosiasi ekonomi internasional benar-benar berpihak kepada kepentingan nasional. Fokus utama diskusi kali ini adalah persiapan langkah pemerintah menjelang pembicaraan tarif dagang dengan AS, termasuk strategi agar perundingan tersebut memberikan manfaat maksimal bagi perekonomian domestik.
Hadir dalam rapat tersebut antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, serta pejabat negara lainnya. Semua peserta ikut menelaah berbagai aspek negosiasi, mulai dari implikasi tarif terhadap industri dalam negeri sampai peluang perluasan akses pasar luar negeri.
Prabowo juga menegaskan bahwa setiap proses perundingan tidak hanya bersifat transaksional jangka pendek, tetapi harus mampu memperkuat struktur ekonomi nasional dan mendorong produktivitas industri dalam negeri serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.
Perundingan tariff dagang RI–AS diperkirakan akan mencapai puncaknya ketika Presiden Prabowo melakukan kunjungan kerja ke Washington DC dalam beberapa hari ke depan, di mana ia dijadwalkan bertemu Presiden Donald Trump untuk menandatangani perjanjian perdagangan timbal balik serta menghadiri pertemuan internasional.
Sebelumnya, Indonesia dan AS sudah mencapai kesepakatan pengurangan tarif ekspor Indonesia ke AS dari 32 persen menjadi 19 persen, meskipun detail akhir dari perjanjian tersebut belum rampung. Pemerintah menghimbau publik bersabar menunggu hasil final negosiasi yang diharapkan dapat diselesaikan dan membawa keuntungan riil bagi kedua negara.
Dampak ekonomi dan politik dari perundingan ini terus menjadi sorotan karena potensi besar yang dimiliki kesepakatan tarif dalam meningkatkan ekspor Indonesia dan memperluas kerja sama strategis dengan Amerika Serikat.



