Tokoh Senior Hamas Tegaskan Penolakan terhadap Pelucutan Senjata dan Campur Tangan Asing
Seorang pemimpin senior Hamas menegaskan penolakan kelompoknya terhadap upaya pelucutan senjata serta rencana pembentukan pemerintahan asing di wilayah Palestina. Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya tekanan internasional terkait masa depan Gaza dan upaya penyelesaian konflik yang berkepanjangan.
Tokoh Hamas itu menyatakan bahwa persenjataan yang dimiliki kelompoknya dianggap sebagai bagian dari perlawanan dan tidak dapat dilepaskan selama pendudukan masih berlangsung. Ia juga menolak wacana pengelolaan Gaza oleh pihak asing, dengan alasan kedaulatan dan hak menentukan nasib sendiri harus berada di tangan rakyat Palestina.
Menurutnya, setiap solusi politik yang mengabaikan aspirasi warga Palestina hanya akan memperpanjang konflik. Hamas menilai campur tangan asing dalam bentuk pemerintahan atau administrasi sementara tidak akan membawa stabilitas jangka panjang di wilayah tersebut.
Pernyataan ini muncul di saat berbagai negara dan organisasi internasional tengah membahas skema pascakonflik, termasuk kemungkinan penempatan otoritas non-lokal untuk mengelola Gaza. Namun, Hamas menegaskan bahwa mereka tidak akan menerima skema apa pun yang dianggap mengikis peran kelompok lokal.
Situasi di Gaza hingga kini masih diliputi ketegangan, sementara upaya diplomatik terus dilakukan untuk mencari jalan keluar yang dapat menghentikan konflik dan memperbaiki kondisi kemanusiaan di wilayah tersebut.



