Tragedi Anak di NTT Sorot Sistem Pendidikan, DPR Minta Evaluasi Menyeluruh

· 2 min read
Tragedi Anak di NTT Sorot Sistem Pendidikan, DPR Minta Evaluasi Menyeluruh

Tragedi Anak di NTT Sorot Sistem Pendidikan, DPR Minta Evaluasi Menyeluruh

Peristiwa meninggalnya seorang anak sekolah dasar (SD) di Nusa Tenggara Timur (NTT) menyita perhatian publik dan kalangan legislatif. Komisi VIII DPR RI menilai kejadian tersebut menjadi alarm serius bagi negara untuk mengevaluasi efektivitas bantuan pendidikan dan sistem perlindungan anak di daerah.

Anggota Komisi VIII DPR menyampaikan keprihatinan mendalam atas tragedi yang menimpa anak tersebut. Menurut mereka, negara perlu hadir secara lebih nyata dalam memastikan anak-anak, khususnya dari keluarga rentan, mendapatkan dukungan pendidikan dan sosial yang memadai.

“Kejadian ini tidak bisa dilihat sebagai persoalan individu semata. Ini harus menjadi bahan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan bantuan pendidikan dan pendampingan sosial,” ujar salah satu anggota Komisi VIII DPR.

DPR menyoroti kemungkinan adanya tekanan sosial dan ekonomi yang luput dari pengawasan, serta lemahnya pendampingan psikososial di lingkungan sekolah maupun keluarga. Oleh karena itu, pemerintah diminta memperkuat sinergi antara sekolah, dinas sosial, dan lembaga perlindungan anak.

Komisi VIII juga mendorong Kementerian Sosial dan Kementerian Pendidikan untuk meninjau ulang mekanisme penyaluran bantuan pendidikan agar benar-benar tepat sasaran dan disertai pendampingan berkelanjutan, terutama di wilayah tertinggal dan terpencil.

Tragedi ini diharapkan menjadi momentum perbaikan sistemik agar dunia pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada kesejahteraan mental dan sosial anak. DPR menegaskan komitmennya untuk mengawal evaluasi kebijakan tersebut agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Logo
Copyright © 2026 Satu Berita. All rights reserved.