Trump Umumkan Kematian Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei di Masa Konflik Besar
Teheran / Washington — Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan tewas dalam serangan militer besar yang dilakukan oleh pasukan Amerika dan Israel terhadap Iran, Minggu (1/3/2026). Trump menyatakan bahwa hal ini merupakan “kesempatan terbesar bagi rakyat Iran untuk merebut kembali negaranya.”
Trump menyebut dalam pernyataannya bahwa serangan terhadap fasilitas militer dan pemerintahan Iran, yang dilakukan bersama sekutu Israel, berhasil menewaskan Khamenei dan sejumlah pemimpin tinggi lainnya. Ia juga mengatakan bahwa operasi udara gabungan akan terus berlanjut untuk mencapai tujuan yang disebutnya sebagai perdamaian di Timur Tengah.
Sebelumnya, pasukan AS dan Israel melancarkan serangkaian serangan udara terhadap berbagai target di seluruh Iran, termasuk kawasan kompleks pemimpin tertinggi di Teheran, sebagai bagian dari operasi militer yang lebih luas.
Pernyataan Trump ini turut didukung oleh beberapa pejabat tinggi Israel yang mengatakan bahwa ada bukti kuat Khamenei telah tewas dan bahwa tubuhnya telah ditemukan setelah serangan.
Namun, pendapat dan laporan lain menunjukkan informasi masih berkembang, dengan beberapa media dan sumber lain melaporkan tidak ada konfirmasi independen yang benar-benar memastikan keadaan pemimpin Iran secara langsung.
Walau begitu, media pemerintah Iran dilaporkan telah mengumumkan bahwa Khamenei telah meninggal dunia akibat serangan tersebut, dan Iran menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari untuk sang pemimpin.
Perkembangan ini terjadi di tengah konflik besar yang melibatkan serangan militer, balasan rudal dan drone, serta ketegangan yang meningkat di seluruh wilayah Timur Tengah, termasuk gangguan penerbangan sipil dan respons diplomatik dari berbagai negara.



