Waspada Child Grooming, Belajar dari Pengalaman Aurelie Moeremans

· 2 min read
Waspada Child Grooming, Belajar dari Pengalaman Aurelie Moeremans

Waspada Child Grooming, Belajar dari Pengalaman Aurelie Moeremans

Jakarta, 22 Januari 2026 — Child grooming merupakan ancaman serius bagi anak dan remaja yang sering kali tidak disadari, baik oleh korban maupun orang di sekitarnya. Melalui pengalaman yang pernah dibagikan publik figur Aurelie Moeremans, masyarakat diajak untuk lebih memahami bagaimana praktik grooming dapat terjadi secara perlahan dan tampak seperti hubungan yang wajar.

Child grooming adalah proses manipulasi yang dilakukan pelaku untuk membangun kedekatan emosional dengan anak atau remaja. Pelaku biasanya memulai pendekatan dengan sikap ramah, perhatian berlebihan, pujian, hingga pemberian hadiah. Dalam banyak kasus, pelaku juga berusaha memposisikan diri sebagai sosok yang paling memahami korban.

Pakar perlindungan anak menjelaskan bahwa grooming tidak selalu diawali dengan kekerasan. Justru, pelaku kerap memanfaatkan kepercayaan dan ketergantungan emosional korban. Anak yang menjadi korban grooming sering merasa takut, bingung, atau merasa bersalah, sehingga enggan bercerita kepada orang tua maupun pihak lain.

Pengalaman Aurelie Moeremans menjadi contoh bahwa grooming dapat terjadi pada siapa saja dan dalam berbagai situasi, termasuk lingkungan pertemanan, pekerjaan, maupun dunia digital. Media sosial dan platform pesan instan kini menjadi sarana yang rawan digunakan pelaku untuk mendekati korban secara intens dan tertutup.

Untuk mencegah child grooming, orang tua dan pendidik diimbau untuk membekali anak dengan pemahaman tentang batasan diri, relasi sehat, serta hak untuk mengatakan tidak. Anak juga perlu didorong agar berani berbicara jika merasa tidak nyaman atau tertekan dalam suatu hubungan.

Selain itu, masyarakat diharapkan tidak menyalahkan korban dan segera melaporkan indikasi grooming kepada pihak berwenang atau lembaga perlindungan anak. Edukasi sejak dini dan kepedulian lingkungan menjadi kunci utama dalam mencegah terjadinya child grooming.

Melalui peningkatan kesadaran dan pengetahuan bersama, diharapkan anak dan remaja dapat tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, dan terlindungi dari segala bentuk eksploitasi.

Logo
Copyright © 2026 Satu Berita. All rights reserved.