19 RT di Jakarta Masih Tergenang Banjir Minggu Pagi

19 RT di Jakarta Masih Tergenang Banjir Minggu Pagi
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat 19 RT serta satu ruas jalan di Jakarta masih tergenang banjir pada Minggu (25/1) pagi, imbas hujan deras yang melanda ibu kota sejak Kamis (22/1).
"Hujan deras yang melanda wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya sejak Kamis (22/1)menyebabkan terjadinya beberapa genangan di wilayah DKI Jakarta," kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD Provinsi DKI Jakarta, Mohamad Yohan di Jakarta mengutip Antara.
Dia merinci, di Jakarta Barat, terdapat tiga RT yang tergenang air dan banjir yakni satu RT di Kelurahan Kembangan Selatan dengan ketinggian air 35 sentimeter (cm) dan dua RT di Kembangan Utara dengan ketinggian 30-40 cm.
Adapun Jalan Kembangan Raya, Kelurahan Kembangan Selatan, Jakarta Barat masih tergenang dengan ketinggian air 35 cm.
Yohan mengatakan, BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah dan mengkoordinasikan unsur Dinas SDA, Dinas Bina Marga, Dinas Gulkarmat untuk melakukan penyedotan genangan, memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik.
Adapun Jalan Kembangan Raya, Kelurahan Kembangan Selatan, Jakarta Barat masih tergenang dengan ketinggian air 35 cm.
Yohan mengatakan, BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah dan mengkoordinasikan unsur Dinas SDA, Dinas Bina Marga, Dinas Gulkarmat untuk melakukan penyedotan genangan, memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik.
Tim Redaksi SATU BERITA
Kami berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan mencerdaskan pembaca SATU BERITA.
Rekomendasi
Baca Juga
Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Pekanbaru. Kebijakan ini disebut sebagai langkah tegas sekaligus evaluasi agar seluruh SPPG lain lebih disiplin dalam menjalankan standar operasional.
Menteri HAM Natalius Pigai menanggapi isu yang menyebut Kota Depok sebagai wilayah intoleran. Ia menegaskan bahwa penilaian tersebut tidak tepat dan tidak mencerminkan kondisi sosial masyarakat secara keseluruhan.



