Andai Pintu Hati Terbuka, Skandal Vadel Tak Pernah Ada

Kuasa hukum Vadel Badjideh menilai kasus ini tak akan muncul jika Nikita Mirzani mau menerima kembali anaknya, LM. Ia menyebut persoalan berawal dari renggangnya hubungan ibu dan anak yang kemudian memicu konflik hingga berakhir di ranah hukum.
Pengacara Vadel Badjideh mengungkap pernyataan mengejutkan terkait kasus yang melibatkan kliennya dan Nikita Mirzani. Ia menilai bahwa perkara ini bisa saja tak pernah muncul jika hubungan antara Nikita dan anaknya, LM, berjalan baik.
Menurut keterangan pengacara, LM sempat tidak diterima kembali oleh Nikita Mirzani setelah terjadi masalah keluarga sebelumnya. Kondisi itu membuat LM berada dalam tekanan mental dan situasi yang kurang stabil, yang kemudian membuka jalan pada tindakan dan peristiwa yang berujung ke ranah hukum.
Kuasa hukum Vadel menegaskan bahwa pihaknya tidak berniat menyalahkan sepenuhnya Nikita, namun melihat bahwa konflik personal di dalam keluarga menjadi awal dari masalah besar yang sekarang ramai dibicarakan publik.
Ia juga menyebut bahwa apabila LM diterima kembali dan dibina secara kekeluargaan, kemungkinan besar tidak akan ada keterlibatan Vadel dalam persoalan yang kini membuatnya divonis penjara serta denda besar.
Pernyataan ini sontak memicu pro-kontra di kalangan warganet, sebab kasus tersebut berkaitan dengan isu aborsi dan dinamika keluarga Nikita yang sudah sering menjadi sorotan publik. Hingga kini, pihak Nikita Mirzani belum memberikan tanggapan langsung mengenai klaim pengacara Vadel tersebut.
Tim Redaksi SATU BERITA
Kami berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan mencerdaskan pembaca SATU BERITA.
Rekomendasi
Baca Juga
Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Pekanbaru. Kebijakan ini disebut sebagai langkah tegas sekaligus evaluasi agar seluruh SPPG lain lebih disiplin dalam menjalankan standar operasional.
Menteri HAM Natalius Pigai menanggapi isu yang menyebut Kota Depok sebagai wilayah intoleran. Ia menegaskan bahwa penilaian tersebut tidak tepat dan tidak mencerminkan kondisi sosial masyarakat secara keseluruhan.



