Lompat ke konten utama
satuberita.news — Berita Terpercaya Indonesia
SBSATUBERITA
  • Berita
  • Redaksi
  • Kontak
SBSATUBERITA

Portal berita Indonesia yang menyajikan liputan nasional, internasional, ekonomi, politik, olahraga, dan teknologi — cepat, jelas, dan terpercaya.

satuberita.news

Kategori

  • Anime
  • Economy
  • Film
  • Game
  • Healthy
  • Horror
  • Hot News
  • Keramat

Informasi

  • Redaksi
  • Kontak
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer

Hubungi Redaksi

[email protected]
Indonesia — Redaksi Digital

© 2026 SATU BERITA. Hak cipta dilindungi.

Syarat LayananPrivasiCookies
  1. blog
  2. pakta new start hangus as rusia bisa bebas bikin senjata nuklir lagi
LiputanHot News

Pakta New START Hangus, AS-Rusia Bisa Bebas Bikin Senjata Nuklir Lagi

SBTim Redaksi SATU BERITA
5 Februari 20266 menit baca
Share
Ilustrasi artikel: Pakta New START Hangus, AS-Rusia Bisa Bebas Bikin Senjata Nuklir Lagi

Pakta New START Hangus, AS-Rusia Bisa Bebas Bikin Senjata Nuklir Lagi

Perjanjian pengendalian perlombaan senjata nuklir antara Amerika Serikat dan Rusia, New START (Strategic Arms Reduction Treaty), akan habis masa berlaku pada hari ini, Kamis (5/2).

Perjanjian itu membatasi jumlah hulu ledak nuklir dan rudal yang bisa dikerahkan masing-masing pihak hingga 1.550 unit, dan hanya mengizinkan maksimal 700 rudal darat atau laut yang mampu membawa senjata tersebut.

New START ditandatangani Presiden AS saat itu Barack Obama dan Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev pada 2010.

Namun, hingga saat ini, Presiden AS Donald Trump tampak tidak berniat memperpanjang perjanjian yang dapat menghindari perlombaan senjata nuklir AS-Rusia itu. Ia bahkan sempat mengatakan akan membiarkan tenggat waktu perjanjian tersebut berlalu.

"Jika berakhir, ya berakhir saja," kata dia pada Januari, dikutip ABC News.

Namun, Trump juga disebut-sebut ingin menengahi kesepakatan baru yang mencakup China.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio juga mengatakan perjanjian itu harus melibatkan China.

"Untuk mewujudkan pengendalian senjata yang sesungguhnya di abad ke-21, mustahil untuk melakukan sesuatu yang tidak melibatkan China karena persediaan senjata mereka yang sangat besar dan terus bertambah dengan cepat," kata Rubio pada Rabu (4/2) saat konferensi pers, dikutip USA Today.

Komunitas internasional termasuk Paus Leo XIV bahkan mendesak agar kesepakatan pengendalian nuklir itu tak berakhir.

Pada September lalu, Rusia sempat menyatakan akan mematuhi perjanjian tersebut jika AS melakukan hal yang sama. Namun, hingga pertengahan Januari tak ada tanggapan apapun lagi soal kesepakatan itu.

Para ahli mewanti-wanti jika tak ada perpanjangan atau perjanjian baru berpotensi memunculkan perlombaan senjata yang belum pernah terjadi sejak Perang Dingin.

Akademisi Australia, Tilman Ruff, mengatakan jika kesepakatan berakhir bisa memicu "perlombaan senjata lebih cepat."

Direktur eksekutif Arms Control Association, Daryl Kimball, juga mengatakan jika tidak ada kesepakatan baru yang tercapai, ini bisa membuka pintu penumpukan senjata nuklir tanpa batas.

"Ada kemungkinan bahwa AS dan Rusia, untuk pertama kalinya dalam 35 tahun, mulai meningkatkan jumlah hulu ledak yang dimuat pada rudal jarak jauh atau pesawat pembom," kata Kymball.





Bagikan Berita:
SB

Tim Redaksi SATU BERITA

Kami berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan mencerdaskan pembaca SATU BERITA.

Rekomendasi

Baca Juga

Tegas! BGN Hentikan Sementara Operasional Dapur MBG di Pekanbaru, Jadi Evaluasi untuk SPPG Lain
Hot News

Tegas! BGN Hentikan Sementara Operasional Dapur MBG di Pekanbaru, Jadi Evaluasi untuk SPPG Lain

Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Pekanbaru. Kebijakan ini disebut sebagai langkah tegas sekaligus evaluasi agar seluruh SPPG lain lebih disiplin dalam menjalankan standar operasional.

21 Mei 20261 menit
Baca artikel
Pigai Bantah Label Intoleran untuk Depok, Sebut Tidak Sesuai Fakta Lapangan
Hot News

Pigai Bantah Label Intoleran untuk Depok, Sebut Tidak Sesuai Fakta Lapangan

Menteri HAM Natalius Pigai menanggapi isu yang menyebut Kota Depok sebagai wilayah intoleran. Ia menegaskan bahwa penilaian tersebut tidak tepat dan tidak mencerminkan kondisi sosial masyarakat secara keseluruhan.

21 Mei 20261 menit
Baca artikel
Info Menarik
kaisar4dtotodynasty4dtoto

Berita Terkini

  • 01
    Tegas! BGN Hentikan Sementara Operasional Dapur MBG di Pekanbaru, Jadi Evaluasi untuk SPPG Lain

    Tegas! BGN Hentikan Sementara Operasional Dapur MBG di Pekanbaru, Jadi Evaluasi untuk SPPG Lain

    21 Mei 2026
  • 02
    Pigai Bantah Label Intoleran untuk Depok, Sebut Tidak Sesuai Fakta Lapangan

    Pigai Bantah Label Intoleran untuk Depok, Sebut Tidak Sesuai Fakta Lapangan

    21 Mei 2026
  • 03
    Cerita Purbaya Batal Berangkat Haji Tahun Ini: “Ya Sedih Nggak Sedih”

    Cerita Purbaya Batal Berangkat Haji Tahun Ini: “Ya Sedih Nggak Sedih”

    21 Mei 2026
  • 04
    Pertamina Sebut Indonesia Masih Simpan Potensi 11 Miliar Barel Minyak

    Pertamina Sebut Indonesia Masih Simpan Potensi 11 Miliar Barel Minyak

    20 Mei 2026